Pengaruh Kenaikan Suhu Permukaan Laut terhadap Stok Karbon Biru Padang Lamun di Kepulauan Burungloe, Sulawesi Selatan The Effect of Sea Surface Temperature Increase on Blue Carbon Stocks in Seagrass Beds in the Burungloe Islands, South Sulawesi

Main Article Content

Adni Zhafira Irsyadi
Muhammad Abyan Dzaki Harun
Andi Dwi Andini
Rifqa Rukhsana Rudy
Dedi Rimantho

Abstract

Pemanasan global adalah fenomena di mana suhu rata-rata bumi terus meningkat karena meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer. Kenaikan suhu ini berdampak serius pada berbagai ekosistem, terutama ekosistem laut dan pesisir yang berperan kunci dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Salah satunya adalah ekosistem lamun yang berfungsi sebagai penyerap dan penyimpanan karbon alami yang dikenal sebagai karbon biru. Namun, peningkatan suhu permukaan laut yang disebabkan oleh pemanasan global dapat mengurangi kemampuan lamun untuk menyerap dan menyimpan karbon secara efektif. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan antara suhu permukaan laut dengan jumlah karbon biru yang tersimpan di padang lamun di Kepulauan Burungloe, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang melibatkan survei lapangan dan analisis laboratorium dengan metode Walkley-Black untuk mengukur kandungan karbon sedimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa padang lamun di Kepulauan Burungloe menyimpan rata-rata 30,06 Mg C/ha, dengan Stasiun 2 memiliki nilai tertinggi karena tutupan lamunnya yang padat. Analisis korelasi Pearson mengungkapkan hubungan negatif yang sangat kuat (r = –0,93, R² = 0,85) antara suhu dan tutupan lamun, yang berarti bahwa suhu yang lebih tinggi menyebabkan penurunan penyimpanan karbon biru. Temuan ini menyoroti pentingnya ekologis padang lamun dan perlunya konservasi dan pengelolaan berkelanjutan untuk mempertahankan perannya dalam mitigasi perubahan iklim.

Article Details

Section

Articles

References

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). (2025). Data Iklim Wilayah Sulawesi Selatan. BMKG, Makassar.

BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofısika). (2025). Data Iklim Rata-Rata Provinsi Sulawesi Selatan (Stasiun Meteorologi Sinjai).

Berkeley Earth. (2025). Global Surface Temperature Data for Southeast Asia.

Dewi Citra Satrya Utama, Iranawati, F., & Defri, Y. (2020). Analisis Kesehatan Ekosistem Lamun di Pantai Menjangan, Buleleng, Bali.

Fabianus. (2015). Kualitas Limbah Sludge Industri Kecap dan Serasah Daun Lamtoro (Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit) dengan Variasi Cacing Tanah Lumbricus rubellus Hoffmeister dan Eisenia foetida Savigny.

Hernawan, U. E., Sjafrie, N. D., Supriyadi, I. H., Suyarso, S., Iswari, M. Y., Anggarini, K., & Rahmat. (2017). Status Lamun Padang Rumput Indonesia 2017. Pusat Penelitian Oseanografi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, 24.

Kusuma, Y. R., & Yanti, I. (2021). Pengaruh Kadar Air dalam Tanah Terhadap Kadar C-Organik dan Keasaman pH Tanah. IJCR - Indonesian Journal of Chemical Research, 6(2), 92–97.

Mardhiyah, H. K., Fauziyah, H. H., Lulu, D., & Adawiyah, R. (2024). Konversi Lamun pada Penyimpanan Karbon Biru di Ekosistem Pesisir, 2(1), 466–474.

Rahman, M. T., Riniatsih, I., & Setyati, W. A. (2024). Hubungan Kondisi Padang Lamun dan Persentase Tutupan Mikroalga Epifit di Ekosistem Lamun Prawean Bandari dan Pantai Semat, Jepara. Jurnal Penelitian Kelautan, 13(2), 292–300.

Rosyada, K., Trismadi, & Ras, A. R. (2021). Potensi Karbon Biru dalam Penanganan Perubahan Iklim untuk Mendukung Keamanan Maritim Indonesia. Jurnal Maritim Indonesia, 9(3), 299–311.

Wirawan, I. M. (2016). Pendekatan Komputasi Numerik Metode Regresi pada Penelitian yang Mengamati Suatu Kecenderungan/Tren terhadap Peningkatan Prestasi/Hasil Belajar. Tekno, 25(1), 1–14.

Zar, J. H. (2010). Biostatistical Analysis (5th ed.). Pearson Prentice Hall, New Jersey.

Zurba, N. (2018). Pengantar Padang Lamun: Ekosistem yang Terlupakan. Pers Unimal, 1–114.